Judulnya keren gila ya? MUDA DAN GAK
DIBAYAR... ada yang merasa AKU BANGET? Kalo ada sini-sini berbagi cerita juga J
Judul di atas sebenarnya pertanyaan yang
pernah dilontarkan oleh seseorang sahabat kepada saya. Dia menyadari kemudaan
saya ternyata, dia juga menyadari kesukarelaan saya tentu saja. Tapi, kemudian
mengusik saya, karena pertanyaan seperti ini berlanjut dan semakin bertambah.
Adalah beberapa teman yang bertanya: “Kamu itu pengangguran, mbok ya cari kerjaan
yang jelas”, “Kamu itu masih muda, tapi tetap ingat dong harus ada biaya yang
menopangmu” dan banyak lagi tentu saja. Kalo lagi seneng jawab, ya biasanya
akan aku jawab luas alias panjang kali lebar. Tapi, kalo lagi seneng juga
paling cuma dapet senyum J.
Intinya seneng terus...
Ya, saya MUDA! Iya kamu, kalo masih kenal
sama Anak Mas, Yosan, Jagoan Neon ya artinya masih MUDA loh...
Ya, saya PENGANGGURAN! Ini khusus bagi
kamu yang berprinsip “YOUR JOB ISN’T YOUR CARRIER” yaa... #PEMBELAAN
Nah, sebenarnya apa yang akan saya
bicarakan?
Gini loh, saya akan bercerita kenapa saya
bergabung dengan beberapa komunitas di PEKALONGAN. Sebenarnya ini semacam
pembalasan, karena pas ngelihat Curiculum
Vitae sendiri kok sepi banget ya sama pengalaman? Mana nilai plus saya nih?
Modal Ijazah doang? Ah hidup mahasiswa saya gak seru ternyata. Dari rencana
balas dendam itulah, akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan AKADEMI BERBAGI
(AKBER).
“Nambahin pengalaman di CV kan gak Cuma di
Komunitas? Partai? Organisasi Kepemudaan juga bisa kan? Kerja juga bisa” Yaelah
Bro, bisa bangetlah ini. Tinggal dimana hatimu berlabuh mantap aja sih,
sama-sama bagus untuk menambah ilmu dan pengalamanmu.
Bergabung dengan beberapa komunitas pun,
kudu jeli memilih. Yo, gak cuma jodoh aja yang harus dipilih-dipilih tapi
komunitas macam apa yang pengen kita ikuti pun kudu yang sesuai minat dan cocok
cara kerjanya dengan pribadi kita bukan? Kalau gak, ya tinggal nunggu aja waktu
untuk mundur atau disuruh mundur secara alami.
Perlu survey? Perlu! Lakukan survey kalo
sempat, gampang kok surveynya gak perlu nyebar angket. Lihat aja mereka di
twitter, facebook atau blog mereka, generasi digital harus taulah.
Jeli memilih, survey... apalagi ya? Oya
kudu pernah ikut kegiatannya dulu sebelum bergabung ya? Mungkin aja kan saat
berlangsungnya kegiatan gak sesuai sama visi dan misi sebenarnya atau gak
sesuai hatimu? Ya istilahnya, Pedekate dulu lah... baru setelah itu diputuskan
mau gabung sebagai anggota doang atau relawan oye.
Kalo memilih cukup jadi anggota doang, ya
tinggal nunggu enak dan siapin kritikan terus aja. Kalo memilih jadi relawan
oye, ya siapin jiwa dan raga untuk mengabdi ya...
Terakhir ah, restu orang tua. Kalo niat
mau gabung komunitas ya pasti harus didukung sama orang-orang yang sudah lama
support kita dong? Orang tua itulah supported kita... pacar, gebetan,
selingkuhan itu nomor kesekian untuk urusan restu deh (Ini yang ngomong gak
punya pacar soalnya). Restu orang tua ini juga akan pengaruh loh ke manfaat
yang kita dapat, percaya deh. Semakin orang tua mendukung semakin kita enjoy
saat melaksanakan kegiatan pikiran tenang dan hati riang bukan? IYAAAA...
Terus mana cerita gak dibayarnya? HAAA...
Ya, itu milih dulu mau gabung di mana?
Komunitas semacam partai, organisasi kepemudaan atau komunitas macam Akademi
Berbagi, Indonesia Berkebun. Kalo memilih bergabung di komunitas partai atau
organisasi, ya cepat atau lambat kamu bakal dapat bayaran juga. Kapan? Enggak
tau...
Beda lagi kalo gabung di komunitas semacam
AKBER atau ID BERKEBUN, YA U KNOW, U GOT MORE THAN MONEY. Maka pilihan saya
adalah bergabung dengan AKBER bukan hanya sebagai anggota doang (Akberians)
tapi sebagai relawan oye. More than money-laaah...









