![]() |
| Kelas Fotografi Akber Pekalongan |
Ini
cerita saya saat memutuskan untuk bergabung dengan salah satu kegiatan sosial
bernama Akademi Berbagi yang kemudian dalam tulisan ini saya singkat menjadi
Akber.
Perkenalan
saya dengan Akber dimulai tahun 2012, saat itu saya masih tercatat sebagai
mahasiswa harus segera lulus dari sebuah Institut Swasta di Kota Semarang.
Mengenalnya melalui media sosial bernama Twitter, kesan pertama yang saya dapat
“Seru sekali”. Bayangkan, kita bisa dapat ilmu, bertemu orang-orang dengan latar
belakang berbeda dan tentu saja tanpa mengeluarkan uang untuk mendapatkan
kesempatan belajar langsung dengan Ahlinya. Saya kemudian mengikuti informasi
melalui [at]akademiberbagi sebagai akun pusat dari Akber, biasanya akun ini
akan memberikan info soal kelas-kelas di seluruh penjuru Indonesia. Ya, Akber
ini tidak lagi berdomisili untuk mereka yang ada di Jakarta, tapi seluruh
Indonesia. Hampir 38 kota lebih telah tergabung dalam kegiatan ini, termasuk
dua kota favorit saya: Semarang dan Pekalongan.
Kelas
pertama yang saya ikuti adalah kelas Youthpreneur
bareng [at]imamsubchan oleh Akber Semarang. Kalau bertanya soal kesan pertama
di kelas ini, maaf yang tidak mengikuti sampai akhir. Hanya menengok, kemudian
pulang karena saat itu ada hal mendesak.
Untuk
alasan Tugas Akhir, saya pun beberapa kali absen kelas dan fokus untuk segera
menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa akhir.
Beres urusan Tugas Akhir,
saya kembali ke kota asal saya, Pekalongan. Menunggu masa-masa penggilan
pekerjaan saya memutuskan untuk bergabung sebagai sukarelawan di Akber
Pekalongan. Menyenangkan, bagaimana tidak? Menjadi seorang sukarelawan dan
adalah mimpi saya sejak SMP. Saya pikir ini kesempatan yang tidak boleh
dilewatkan, menjadi sukarelawan bisa melatih rasa tanggung jawab dan komitmen
dalam suatu bentuk organisasi atau kehidupan kelompok. Tapi kemudian yang saya
dapat lebih dari melatih rasa seperti yang saya jelas sebelumnya, saya dapat
ilmu baru, teman baru, dan keluarga baru.
Perjuangan sukarelawan Akber
juga tidak bisa diremehkan, kami para sukarelawan harus melungkan waktu, tenaga
pikiran untuk selalu inovatif disetiap kelas yang akan diselenggarakan. Dari
mulai menentukan tema, narasumber, menghubungi narasumber, menginformasikan
kelas di Twitter, Facebook dan SMS. Untuk menentukan tema, sering kami
para sukarelawan dibantu peserta. Ya
melalui usulan peserta. Untuk narasumber, Akber Pekalongan selalu mengedepankan
orang lokal Pekalongan yang berkompetensi dibidangnya. Setelah itu bisa
langsung diteruskan untuk diminta menjadi narasumber, tentu saja dengan
menjelaskan visi dan misi Akber. Menginformasikan kelas di beberapa media
sosial sedikit butuh keahlian sebenarnya, informasi kelas yang terkadang
panjang harus disingkat 140 karakter di Twitter agar jelas dan lengkap. Luar
biasa bukan? Luar biasa. Untuk Akber Pekalongan, 2 hari sekali setiap
sukarelawan mendapat jatah untuk jadi admin. Untuk informasi di media sosial
lain atau SMS biasa itu dilakukan secara pribadi, biasanya saya akan
menginformasikan kelas di facebook personal saya, mulai masuk ke grup-grup yang
saya ikuti dan menghubungkan teman-teman
yang dirasa cukup berminat. Cara bergabung di kelaspun mudah, tinggal daftar
via Twitter atau SMS ke Contact Person. Nanti menjelang kelas biasanya akan
dapat konfirmasi berupa SMS.
Sekelumit cerita saya untuk
#3thAkber, semoga bermanfaat!
Salam berbagi bikin happy ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar