Rabu, 01 Mei 2013

Share, then you get happy



Kelas Fotografi Akber Pekalongan

Ini cerita saya saat memutuskan untuk bergabung dengan salah satu kegiatan sosial bernama Akademi Berbagi yang kemudian dalam tulisan ini saya singkat menjadi Akber.
Perkenalan saya dengan Akber dimulai tahun 2012, saat itu saya masih tercatat sebagai mahasiswa harus segera lulus dari sebuah Institut Swasta di Kota Semarang. Mengenalnya melalui media sosial bernama Twitter, kesan pertama yang saya dapat “Seru sekali”. Bayangkan, kita bisa dapat ilmu, bertemu orang-orang dengan latar belakang berbeda dan tentu saja tanpa mengeluarkan uang untuk mendapatkan kesempatan belajar langsung dengan Ahlinya. Saya kemudian mengikuti informasi melalui [at]akademiberbagi sebagai akun pusat dari Akber, biasanya akun ini akan memberikan info soal kelas-kelas di seluruh penjuru Indonesia. Ya, Akber ini tidak lagi berdomisili untuk mereka yang ada di Jakarta, tapi seluruh Indonesia. Hampir 38 kota lebih telah tergabung dalam kegiatan ini, termasuk dua kota favorit saya: Semarang dan Pekalongan.
Kelas pertama yang saya ikuti adalah kelas Youthpreneur bareng [at]imamsubchan oleh Akber Semarang. Kalau bertanya soal kesan pertama di kelas ini, maaf yang tidak mengikuti sampai akhir. Hanya menengok, kemudian pulang karena saat itu ada hal mendesak.
Untuk alasan Tugas Akhir, saya pun beberapa kali absen kelas dan fokus untuk segera menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa akhir.
Beres urusan Tugas Akhir, saya kembali ke kota asal saya, Pekalongan. Menunggu masa-masa penggilan pekerjaan saya memutuskan untuk bergabung sebagai sukarelawan di Akber Pekalongan. Menyenangkan, bagaimana tidak? Menjadi seorang sukarelawan dan adalah mimpi saya sejak SMP. Saya pikir ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan, menjadi sukarelawan bisa melatih rasa tanggung jawab dan komitmen dalam suatu bentuk organisasi atau kehidupan kelompok. Tapi kemudian yang saya dapat lebih dari melatih rasa seperti yang saya jelas sebelumnya, saya dapat ilmu baru, teman baru, dan keluarga baru.
Perjuangan sukarelawan Akber juga tidak bisa diremehkan, kami para sukarelawan harus melungkan waktu, tenaga pikiran untuk selalu inovatif disetiap kelas yang akan diselenggarakan. Dari mulai menentukan tema, narasumber, menghubungi narasumber, menginformasikan kelas di Twitter, Facebook dan SMS. Untuk menentukan tema, sering kami para  sukarelawan dibantu peserta. Ya melalui usulan peserta. Untuk narasumber, Akber Pekalongan selalu mengedepankan orang lokal Pekalongan yang berkompetensi dibidangnya. Setelah itu bisa langsung diteruskan untuk diminta menjadi narasumber, tentu saja dengan menjelaskan visi dan misi Akber.  Menginformasikan kelas di beberapa media sosial sedikit butuh keahlian sebenarnya, informasi kelas yang terkadang panjang harus disingkat 140 karakter di Twitter agar jelas dan lengkap. Luar biasa bukan? Luar biasa. Untuk Akber Pekalongan, 2 hari sekali setiap sukarelawan mendapat jatah untuk jadi admin. Untuk informasi di media sosial lain atau SMS biasa itu dilakukan secara pribadi, biasanya saya akan menginformasikan kelas di facebook personal saya, mulai masuk ke grup-grup yang saya ikuti dan menghubungkan  teman-teman yang dirasa cukup berminat. Cara bergabung di kelaspun mudah, tinggal daftar via Twitter atau SMS ke Contact Person. Nanti menjelang kelas biasanya akan dapat konfirmasi berupa SMS.

Sekelumit cerita saya untuk #3thAkber, semoga bermanfaat!
Salam berbagi bikin happy ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar