Jumat, 22 Februari 2013

Endo Nesia

Selamat pagi :))
Melewati jumat keramat kemarin dengan "oh, akhirnya drama dimulai"

Seperti biasa linimasa membuat saya riuh sendiri. Selain berita Bapak AU yang tidak menarik sama sekali untuk saya adalah berita Al Jazeera soal Pendidikan Indonesia yang terburuk :'((.

Kenapa seperti ini? Mungkin karena kurang perannya kita sebagai warga negara untuk memajukan pendidikan. Pemerintah sebagai lembaga utama juga terlalu sibuk memperbaharui sistem bukan membenahi sistem dan mungkin terlalu sibuk untuk urusan politik dan politik.

Sebagai lulusan pendidikan, saya merasa perlu untuk ikut berperan. Mungkin saat ini hanya berupa penyampai informasi. Tapi kelak saya harus bisa menjadi pengubah demi kemajuan. Saya yakin!!!
Apalagi, jurusan yang saya ambil sangat erat hubungannya untuk menjadi pondasi awal karakter siswa. Amin amin amin :))

Saat ini memang saya belum bekerja sebagai Guru, tidak mudah lulusan institut pendidikan tahun 2012 untuk bisa langsung mengajar di Sekolah. Selain kebijakan pemerintah daerah sedang gencarnya tidak menerima Guru Wiyata Bakti juga karena standart pendidikan profesional sebagai syarat utama.

Padahal, untuk fomasi Guru Bimbingan dan Konseling masih banyak kebutuhan. Guru Bimbingan dan Konseling yang bertugas di Sekolah kebanyakan adalah Guru-guru yang bukan lulusan Bimbingan dan Konseling. Mereka hanya bersumber pengalaman untuk menangani siswa.
Ya, mungkin memang bisa digunakan. Tetapi, kita juga perlu teori untuk sebagai dasar bukan? Ah begitulah saya terlalu teoritikal ya?

Bagaimanapun itu sudah kebijakan pemerintah daerah, mungkin ini masa saya untuk memantapkan diri ikut pendidikan profesi dulu baru bisa mendidik dan mengajar ya?


Artikel Al Jazeera, silakan di googling ya...
[April]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar