Senin, 15 Juli 2013

KAMU MUDA, KENAPA MAU KERJA GAK DIBAYAR?



Judulnya keren gila ya? MUDA DAN GAK DIBAYAR... ada yang merasa AKU BANGET? Kalo ada sini-sini berbagi cerita juga J

Judul di atas sebenarnya pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh seseorang sahabat kepada saya. Dia menyadari kemudaan saya ternyata, dia juga menyadari kesukarelaan saya tentu saja. Tapi, kemudian mengusik saya, karena pertanyaan seperti ini berlanjut dan semakin bertambah. Adalah beberapa teman yang bertanya: “Kamu itu pengangguran, mbok ya cari kerjaan yang jelas”, “Kamu itu masih muda, tapi tetap ingat dong harus ada biaya yang menopangmu” dan banyak lagi tentu saja. Kalo lagi seneng jawab, ya biasanya akan aku jawab luas alias panjang kali lebar. Tapi, kalo lagi seneng juga paling cuma dapet senyum J. Intinya seneng terus...

Ya, saya MUDA! Iya kamu, kalo masih kenal sama Anak Mas, Yosan, Jagoan Neon ya artinya masih MUDA loh...

Ya, saya PENGANGGURAN! Ini khusus bagi kamu yang berprinsip “YOUR JOB ISN’T YOUR CARRIER” yaa... #PEMBELAAN

Nah, sebenarnya apa yang akan saya bicarakan?
Gini loh, saya akan bercerita kenapa saya bergabung dengan beberapa komunitas di PEKALONGAN. Sebenarnya ini semacam pembalasan, karena pas ngelihat Curiculum Vitae sendiri kok sepi banget ya sama pengalaman? Mana nilai plus saya nih? Modal Ijazah doang? Ah hidup mahasiswa saya gak seru ternyata. Dari rencana balas dendam itulah, akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan AKADEMI BERBAGI (AKBER).


“Nambahin pengalaman di CV kan gak Cuma di Komunitas? Partai? Organisasi Kepemudaan juga bisa kan? Kerja juga bisa” Yaelah Bro, bisa bangetlah ini. Tinggal dimana hatimu berlabuh mantap aja sih, sama-sama bagus untuk menambah ilmu dan pengalamanmu.
Bergabung dengan beberapa komunitas pun, kudu jeli memilih. Yo, gak cuma jodoh aja yang harus dipilih-dipilih tapi komunitas macam apa yang pengen kita ikuti pun kudu yang sesuai minat dan cocok cara kerjanya dengan pribadi kita bukan? Kalau gak, ya tinggal nunggu aja waktu untuk mundur atau disuruh mundur secara alami.
Perlu survey? Perlu! Lakukan survey kalo sempat, gampang kok surveynya gak perlu nyebar angket. Lihat aja mereka di twitter, facebook atau blog mereka, generasi digital harus taulah.
Jeli memilih, survey... apalagi ya? Oya kudu pernah ikut kegiatannya dulu sebelum bergabung ya? Mungkin aja kan saat berlangsungnya kegiatan gak sesuai sama visi dan misi sebenarnya atau gak sesuai hatimu? Ya istilahnya, Pedekate dulu lah... baru setelah itu diputuskan mau gabung sebagai anggota doang atau relawan oye.
Kalo memilih cukup jadi anggota doang, ya tinggal nunggu enak dan siapin kritikan terus aja. Kalo memilih jadi relawan oye, ya siapin jiwa dan raga untuk mengabdi ya...
Terakhir ah, restu orang tua. Kalo niat mau gabung komunitas ya pasti harus didukung sama orang-orang yang sudah lama support kita dong? Orang tua itulah supported kita... pacar, gebetan, selingkuhan itu nomor kesekian untuk urusan restu deh (Ini yang ngomong gak punya pacar soalnya). Restu orang tua ini juga akan pengaruh loh ke manfaat yang kita dapat, percaya deh. Semakin orang tua mendukung semakin kita enjoy saat melaksanakan kegiatan pikiran tenang dan hati riang bukan? IYAAAA...

Terus mana cerita gak dibayarnya? HAAA...
Ya, itu milih dulu mau gabung di mana? Komunitas semacam partai, organisasi kepemudaan atau komunitas macam Akademi Berbagi, Indonesia Berkebun. Kalo memilih bergabung di komunitas partai atau organisasi, ya cepat atau lambat kamu bakal dapat bayaran juga. Kapan? Enggak tau...
Beda lagi kalo gabung di komunitas semacam AKBER atau ID BERKEBUN, YA U KNOW, U GOT MORE THAN MONEY. Maka pilihan saya adalah bergabung dengan AKBER bukan hanya sebagai anggota doang (Akberians) tapi sebagai relawan oye. More than money-laaah...

Nah, sekilas tulisan tidak beraturan ini semoga bisa bermanfaat ya. Apapun pilihan komunitasmu semoga tetap bertujuan untuk Indonesia yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik ya...

PS: Tulisan ini sudah diterbitkan di AKADEMI BERBAGI PEKALONGAN